Mengucap Syukur Senantiasa #2 (Journal of Thankful)

Thursday, September 11, 2014

Satu minggu telah berlalu and here I am again, mau mencoba menulis, mengingat, merefleksi semua berkat dan anugerah yang saya terima setiap detik, menit, hari. Hal ini saya lakukan karena... Seringkali saya mengeluh-luh-luh, padahal banyak hal baik yang sebenarnya terjadi dan lewat tulisan ini saya ingin menyaksikan betapa Tuhan Yesus baik. So melanjutkan dari tanggal kemarin...

---ooo---

Mengucap Syukur Senantiasa #1

Thursday, September 4, 2014

Suatu kali teman saya membuat status di Blackberry-nya "Mengucap syukur itu pilihan". Mm, saya sempat mengernyit sedikit sih, karena menurut saya "Mengucap syukur itu selalu, senantiasa," pas saya tanyakan ke teman saya, dia bersikeras "Ya, kan mengucap syukur terserah orangnya, mau melakukan atau ngga."

Well, lagi-lagi kehendak bebas yang berperan. Ok deh, maka dari itu saya kepikiran mau bikin postingan tentang mengucap syukur aja, semoga bisa bikin otak saya yang pesimis ini jadi lebih positif dan optimis. Lebih bagus lagi kalo ke depannya bisa rutin. 

Berhubung baru kemarin kita masuk bulan September, saya mulai dari tanggal 1 kemarin deh.

-----

1 Sept 2014
Mengucap syukur karena bisa bangun dengan sehat dan Puji Tuhan seluruh aktivitas yang sudah saya rencanakan bisa berjalan dengan baik. Bersyukur juga punya pacar yang pengertian saat saya autis main blog, dia mau ngerti (walau agak ngambek soalnya saya serius banget). Bersyukur juga karena walaupun pacar ngambek tetep dia berkenan masakin saya makan malam hahaha...

2 Sept 2014
Mengucap syukur karena kerjaan hari ini lancar. Murid-murid les-les an pada bisa diatur (dan ga terlalu bertingkah seperti biasanya). Bersyukur juga ada murid yang absen jadi saya bisa jeda sedikit istirahat - ga kayak biasanya: nonstop. Bersyukur pas ke penjait, celana rombakan uda kelar (walaupun nunggu 2 bulan sejak bulan puasa minta dikerjain ga beres-beres) harganya juga murah 10ribu satu celana. Bersyukur karena sepanjang hari ini sehat jadi bisa lanjut latihan musik di gereja abis pulang kerja dan masak makan malam. Well, Sebenernya hari ini juga cukup banyak keluhan sih: capek, tapi yang penting sehat deh. Toh, leyeh-leyeh sebentar capeknya ngilang.

3 Sept 2014
Mengucap syukur karena hari ini jadwal nyuci baju berjalan lancar. Awalnya sempat bete soalnya baju di lemari berantakan, males beresinnya soalnya uda penuh lagi, tapi akhirnya bersyukur karena banyak berkat pakaian dari Tuhan ke saya lewat orang lain- ngga lho, aslinya saya memang jarang banget beli baju.. Bersyukur ketika sore jadwal pelayanan musik di gereja saya bisa sampai tepat waktu, soalnya sepanjang jalan macet banget! Mana gitu saya naik angkot pula yang jalannya nyantai banget, lalu bersyukur karena pas mau motong jalan naik becak- eh, ada becak, ngga pake acara nawar pula dan untungnya saya lagi loyal ada uang di kantong jadinya saya "iya" aja dia mau minta berapa juga, males adu urat karena uda hampir telat nyampe gerejanya (next time belum tentu saya sebaik ini). Bersyukur pelayanannya lancar jaya, pulang sampai rumah dengan selamat dan bisa blogwalking hahaha...

4 Sept 2014
(jam 3 pagi) ini subuh-subuh saya ngga bisa tidur, untung ada mi instan - saya ga bisa tidur gara-gara lapar; bersyukur ada makanan! Walaupun artinya 3 minggu ke depan ga bole makan mi lagi.

-----

Segitu dulu ah. Mungkin buat orang lain bersyukur saya terlihat sepele ya, padahal buat saya hal-hal kecil ini cukup (bahkan sangat) berarti banget lho :) semoga selanjutnya bisa nulis beginian lagi.

See you!

Nestle Stimulearn: 5 Aplikasi Hebat Untuk Perkembangan Kognitif Si Kecil

Thursday, August 21, 2014


Dear parent,
Jika di tulisan sebelumnya saya sudah membahas tentang aplikasi mother-app Nido Stimulearn buatan Nestle, kali in saya membahas kelima permainannya, silahkan disimak ya. Untuk cara downloadnya bisa cek disini.

Mengenal Nido Stimulearn Dari Nestle: Aplikasi Tepat Untuk Si Kecil


Tak bisa dipungkiri, kemajuan teknologi sekarang ini mampu dinikmati oleh siapa saja tidak pandang usia, bukan hanya saya saja, namun, dua keponakan saya, Charlotte dan Michelle (masing-masing berusia 7 dan 4 tahun). Keduanya sungguh dilanda fenomena demam gadget. Sehari-harinya mereka memang tinggal bersama saya karena orang tuanya bekerja di luar kota. Jika kegiatan sekolah usai dan sedang tidak les, bukannya memilih bermain boneka, mereka akan merengek meminjam gadget saya untuk bermain. Namun setelah saya sadari, banyak permainan yang kita kira lucu dan menarik ternyata tidak relevan buat mereka; ada game yang (I thought that was fun) menyuruh pemain melemparkan benda-benda ke sebuah karakter - jadilah mereka terinspirasi ngelemparin sandal kemana-mana, ada game yang tinju-tinjuan (ini milik si adik cowok), jadilah si kecil doyan berantem dengan kakaknya.

Wah, mereka 'kan masih dalam masa pertumbuhan? Jangan sampai salah arah. saya jadi mencari-cari, aplikasi apa ya, yang kira-kira cocok untuk menemani para keponakan saya bermain sekaligus berpengaruh baik untuk perkembangan mereka?


Ini Live Tiles-nya NoniQ

Friday, July 11, 2014

Sebagai salah satu yang terobsesi punya ponsel layar sentuh. Impian untuk menikmati keefektifan, fleksibilitas dan kecepatan mengakses sesuatu itu saya banget. Secara ponselnya as easy as sentuh, geser, usap-usap, belai-belai, ataupun biar gaya sedikit agak di ‘shake-shake’ gitu. Ga perlu pencet sampai jempol kapalan ataupun harus stress gara-gara trackpad kotor dan error.

Intinya… Ponsel layar sentuh itu ngga afdol kalau bukan Nokia Lumia (ember, hidup saya memang belum afdol #modus).

Kenapa??

Mengutip dari tulisan Mak Geges yang super membahana imut chubby badai menggelora abis imutnya tiada bandingannya, Nokia Lumia kini hadir dengan sebuah fitur yang bikin penasaran fitur, yaitu...

Live Tiles. 

Freaky Bungee!! Pelarian?

Friday, May 30, 2014


Well, kayaknya kalo baca berita dimana-mana, yang namanya bunuh diri kayaknya merupakan jalan pintas yang efektif saat menghadapi masalah berat yang kelihatannya tidak mungkin diselesaikan.. Asall... Loncatnya langsung dari lantai 13. Kalo masih dari jembatan Pasupati keneh mah kali masih nyangkut ya plus nambah masalah, kudu bayar operasi patah tulang bukannya melesat langsung ke akhirat.

Ama-Chan: Penggugah Jiwa Petualang

Friday, May 16, 2014

Akhir-akhir ini rasanya saya baru bener-bener ngerasain betapa nikmatnya jalan-jalan! Hahaha.... Dulu memang kalo dipikir-pikir saya cuma duduk diam di belakang meja, terus kerja monoton ngikutin deadline, kalau ada waktu senggang biasanya cuma dihabisin di rumah, curhat dengan keluarga, lalu jalan-jalan ke mall, diakhiri nonton DVD di rumah.