thoughts, reviews, daily ramblings and all.

Ini Live Tiles-nya NoniQ

Friday, July 11, 2014

Sebagai salah satu yang terobsesi punya ponsel layar sentuh. Impian untuk menikmati keefektifan, fleksibilitas dan kecepatan mengakses sesuatu itu saya banget. Secara ponselnya as easy as sentuh, geser, usap-usap, belai-belai, ataupun biar gaya sedikit agak di ‘shake-shake’ gitu. Ga perlu pencet sampai jempol kapalan ataupun harus stress gara-gara trackpad kotor dan error.

Intinya… Ponsel layar sentuh itu ngga afdol kalau bukan Nokia Lumia (ember, hidup saya memang belum afdol #modus).

Kenapa??

Mengutip dari tulisan Mak Geges yang super membahana imut chubby badai menggelora abis imutnya tiada bandingannya, Nokia Lumia kini hadir dengan sebuah fitur yang bikin penasaran fitur, yaitu...

Live Tiles. 

Jadi, katanya, si Live Tiles ini menyajikan aplikasi-aplikasi yang bisa dipersonalisasi sesuai frekuensi pemakaian dan prioritas kita. Asyiknya, tiap icon-nya sangat update dan bisa gerak-gerak gitu deh.

Dan gini nih kira-kira personalisasi Live Tiles saya kalau punya Lumia…

Sumber. edit by noniq
  1. Phone. Ngga perlu phonebook/contact sih, pokoknya tombol telepon aja, saya cukup hapal semua nomer yang sering saya hubungin (mama, papa, kakak, pacar, dan kantor). 
  2. E-mail. Penting abis. 5 akun gituh. 
  3. Calendar dari Chronos Calendar. Penting buat ngeliat tanggal: ulang tahun, kegiatan seharian apalagi deadline lomba blog + giveaway, ceile.. 
  4. Cuaca dari dari Amazing Weather HD. Ngga penting-penting amat sih, asyik aja gitu ngeliat gambar matahari atau awan. 
  5. HERE MAPS, HERE DRIVE+. Mungkin jarang dipake. Tapi yakin deh, tiap dipake selalu saat genting, jadi harus bisa cepet ditemukan! 
  6. SMS-BBM-WHATSAPP-LINE. Buat komunikasi donk (+ngegosip, #cicuiiiww)
  7. Music+Videos. Entertaining myself...
  8. NokiaSmartCam! Ngga pajang Camera360, ah, ntar ketahuan tampang saya editan… 
  9. Sosial Media : Facebook – Twitter – Path – Instagram. Wajib buat update status dan stalking #haha.
  10. Internet browser. Kudu hukumnya. Mostly untuk blogwalking dan buka Youtube XD~~
  11. Notes. Demi hemat kertas sudah lama saya membiasakan menulis di ponsel (draft blog, curhatan, ataupun daftar belanjaan). Aplikasi favorit saya sih Evernote, karena online, jadi bisa langsung diedit di PC.
  12. Photo Album. Tidakkah menikmati foto diri itu sungguh menyukakan hati?
  13. PDF Reader. Dihadirkan biar cepet kalo pas mau baca-baca di angkot, btw Letters to Aubrey udah ada versi E-book belom? 
  14. Games..? Ngga dulu deh. Saya main blog ajah, siapa tau dapet paket Body Shop, atau menang dompet Nine West, tapi Puji Tuhan banget kalo diberkahi cincin 18 karat #ngarep. 

Bonusnya, mohon doanya semoga saya juga dapat Nokia Lumia di masa mendatang.

Amin!

Postingan ini diikutsertakan dalam #Honestly Gue Banget Giveaway

Freaky Bungee!! Pelarian?

Friday, May 30, 2014


Well, kayaknya kalo baca berita dimana-mana, yang namanya bunuh diri kayaknya merupakan jalan pintas yang efektif saat menghadapi masalah berat yang kelihatannya tidak mungkin diselesaikan.. Asall... Loncatnya langsung dari lantai 13. Kalo masih dari jembatan Pasupati keneh mah kali masih nyangkut ya plus nambah masalah, kudu bayar operasi patah tulang bukannya melesat langsung ke akhirat.


Tapi ya kali ini bukan pengen ngomongin masalah horor bunuh diri, sih. Jadi ceritanya pas beberapa waktu lalu lagi nonton TV channel WAKUWAKU JAPAN, ada acara reality show judulnya Freaky Bungee. Kirain tuh semacam adu nyali atau apa gitu. Taunya ngga donk, jadi para kontestannya itu adalah orang-orang yang punya "masalah" - dan untuk melepas penat dan masalahnya mereka disuru ikutan Bungee Jumping ini. Beuh???

Kalo aku baca di latar belakang cerita ini sih, acara ini sebagai terapi orang-orang yang punya masalah ketinggian/acrophobia, tapi kok kalo menurut aku jangan-jangan acara ini emang dibuat orang Jepang untuk menghindari bunuh diri. Hehe, kan tau sendiri tuh kalo di Jepang masalah bunuh diri uda jadi isu nasional banget, nah bisa jadi kan kalo acara Freaky Bungee ini jadi semacam test drive buat mereka yang bermasalah, frustasi dan putus asa, daripada bunuh diri mending nyobain loncat dulu pake Bungee Jumping. 
Halah, kalo gitu mah siniii ke Bali ajaaaaaa.......


Sayangnya tali Bungeenya kalo menurut aku pendek banget, kayaknya cuma 15-20 meter doank, sedangkan ketinggiannya sampe tuh 42 meter. Kalo kata kakak aku mah, malah lebih berbahaya kalo talinya pendek, soalnya riskan bisa mental kena jembatan salah-salah. Mending kan langsung 30-35 meter, ya ngga? Hehehe.. Aku sendiri sih pengen banget nyobain yang namanya Bungee Jumping, ya bukan karena ada masalah juga sih, tapi ya adu nyali aja.


Menariknya acara ini ngga selesai di Bungee Jumping aja, sebagai resolusi penutup, mereka menghadirkan malaikat Bungee yang bertugas menyelesaikan masalah para kontestan; kalo misalnya lagi ada ada yang berantem, pengen ngungkapin cinta, atau frustasi karena udah bohong, si malaikat ini bantuin kontestannya dengan pihak-pihak tersebut. 

Lucu dan menarik juga ya acara-acara Jepang ini, ngga salah deh kalo aku demen banget nonton realiti show Jepang lewat WAKUWAKU JAPAN, ga perlu repot cari streamingnya di internet (yang kadang ga ada subtitlenya), di WAKUWAKU JAPAN semua acaranya uda ada subnya (paling jelek palingan di dubbing) hehehe... Penasaran mau nonton? 

Yuk nonton bareng di WAKUWAKU JAPAN, saluran hiburan yang menayangkan program TV Jepang. Seluruh program TV dapat disaksikan dalam bahasa setempat. Drama, film, musik, anime/tokusatsu, olahraga, budaya, entertainment, dokumenter, dan sebagainya. Program-program TV yang populer di Jepang ditayangkan selama 24 jam, 365 hari. Kini, WAKUWAKU JAPAN telah mulai mengudara pada tanggal 22 Februari 2014 lalu, dan hanya dapat disaksikan oleh para pengguna TV kabel Indovision (channel 168), Okevision (channel 32), dan First Media (channel 340).




Ama-Chan: Penggugah Jiwa Petualang

Friday, May 16, 2014

Akhir-akhir ini rasanya saya baru bener-bener ngerasain betapa nikmatnya jalan-jalan! Hahaha.... Dulu memang kalo dipikir-pikir saya cuma duduk diam di belakang meja, terus kerja monoton ngikutin deadline, kalau ada waktu senggang biasanya cuma dihabisin di rumah, curhat dengan keluarga, lalu jalan-jalan ke mall, diakhiri nonton DVD di rumah.



Gitu thoq.

What a boring life to be in that circle. Eh tapi ngga bermaksud menyinggung lho ya kalau ada yang rutinitasnya seperti itu. Memang ada yang demen dengan sesuatu yang teratur dan rutin tapi ada juga yang menyukai 'hidup' yang seperti rollercoaster. Nah, saya?

Setelah beberapa waktu yang lalu mengambil keputusan terberat untuk ga lagi hidup di bawah aturan dan rutinitas as a 'slave corporate' sekarang I can do things I want; mau mengambil resiko tinggi atau rendah, semuanya saya yang mutusin dan sepertinya itulah tantangan saya setiap harinya.


Lalu apa donk hubungannya dengan Ama-chan yang jadi judul tulisan ini? Jadi, beberapa waktu lalu tiba-tiba saya jadi rajin mengikuti serial drama asal Jepang ini. Bercerita tentang seorang pelajar SMA, Aki Amano (Rena Nonen) yang bermimpi untuk menjadi seorang diver / penyelam dan nekad untuk pergi dari tempat kelahirannya.


As usual, Jepang kalau bikin drama pastinya mempunyai tema yang unik, ngga biasa - walaupun tetap kisahnya ada dibumbui cinta dan persahabatan, menonton acara ini rasanya jiwa petualang saya jadi tergugah: saya juga pengen belajar diving! 

Nah, lho! 

Terus bagaimana kelanjutan kisah si Ama-chan ini? Betewe, kenapa disebut ama, padahal pemerannya bernama Aki? Karena Ama itu dalam bahasa Jepang artinya penyelam. Kalau mau tau cerita lengkapnya, gampang! Cukup punya siaran channel WAKUWAKU JAPAN di TV kamu, yaitu saluran hiburan yang menayangkan program TV Jepang. Seluruh program TV dapat disaksikan dalam bahasa setempat. Drama, film, musik, anime/tokusatsu, olahraga, budaya, entertainment, dokumenter, dan sebagainya. Program-program TV yang populer di Jepang ditayangkan selama 24 jam, 365 hari. WAKUWAKU JAPAN telah mulai mengudara pada tanggal 22 Februari 2014 lalu, dan memang hanya dapat disaksikan oleh para pengguna TV kabel Indovision (channel 168), Okevision (channel 32), dan First Media (channel 340).

Ngga perlu khawatir kalau belum ngerti bahasa Jepang karena acara di channel ini semuanya ada subtitlenya. Asyik kan?

Dan lagi... Saya naksir banget sama Teppei Koike, yang jadi Hiroshi Adachi. Aihhh... Itu gantteng banget, makanya saya ngga mau kelewatan deh nonton Ama-chan ini. 

What about you?

berpartisipasi dalam WAKUWAKU JAPAN[6]

Mengenang Ksatria Baja Hitam

Friday, May 2, 2014

BERUBAH!!!!


Inget ga kata itu? Diucapkan dengan berapi-api sembari gerakan tangan ala SKJ, kening dan alis berkerut, raut wajah serius dan tiba-tiba bonggol ikat pinggang menyala berkedip-kedip. Yeap, yeap, itu adalah salah satu adegan di film Jepang jadul berjudul Ksatria Baja Hitam, atau nama kerennya Kamen Rider Black (仮面ライダーBLACK Kamen Raidā Burakku).

Hohoho, jadi teringat masa muda, di kala pulang sekolah sembari makan mantengin TV karena ada serial ini setiap siang. Ksatria Baja Hitam ini memang epic banget ya, nilai historisnya kental banget sebagai salah satu film pahlawan bertopeng yang terkenal, bukan hanya di Jepang tapi di seluruh dunia. Katanya sih film ini pertama kali disiarkan pada tahun 1987, tapi kalo ga salah aku nontonnya pas sekitar pertengahan tahun 90-an. Berarti film ini uda bolak-balik diputer ya? Dan masih ajjaaaa terkenallll....


KOTARO MINAMI!!!
Iya, ini nama pemeran utamanya, dikisahkan sebagai anak yang dipilih untuk menjalankan operasi bedah menjadi seorang cyborg bersama dengan saudara tirinya, Nobuhiko Akizuki di bawah pimpinan Gorgom. Tapi ternyata si Kotaro ini berhasil kabur dari operasi dan berbalik melawan Gorgom, menjadi Black Moon dan di pertempuran akhir dia akan perang melawan saudara tirinya yang disebut Shadow Moon.

Ahhh.... Pokoknya dramatis bangetlah, tiap hari ngga pernah melewatkan satu episodepun - apalagi pas udah menjelang episode-episode akhir dimana banyak kegalauan *perang saudara, gitchuuu, terus apalagi si Kotaro ini harus berpisah dengan pacarnya #eeaaaaaa. Tragis bangetlah, menyedihkan banget apalagi Kotaro itukan digambarkan sebagai pemuda yang baik hati, (CAKEP PULA!) penuh perhatian, pembela kebenaran & keadilan, penyayang keluarga, dan tidak sombong (apa sih...) - ngga, dulu kan nontonnya pas masih zaman SD gitu ya, jadi Kotaro ini itungannya ganteng, sekarang mah, berhubung sudah ada si abang, ya wes lah,, paling ganteng ya si abang sayang #gubrak.

Terus, terus.. Inti dari tulisan ini apa sih? Iya, kenapa coba tiba-tiba ngomongin si Ksatria Baja Hitam yang mengendarai Belalang Tempur ini? Iyalah.. Soalnya ternyata serial ini adalagi di tipi! Dan eits.. bukan sembarang siaran. Generasi anak-anak sekarang bisa nonton serial legendaris penuh sejarah ini di WAKUWAKU JAPAN, saluran hiburan yang menayangkan program TV Jepang. Seluruh program TV dapat disaksikan dalam bahasa setempat. Drama, film, musik, anime/tokusatsu, olahraga, budaya, entertainment, dokumenter, dan sebagainya. Program-program TV yang populer di Jepang ditayangkan selama 24 jam, 365 hari. Kini, WAKUWAKU JAPAN telah mulai mengudara pada tanggal 22 Februari 2014 lalu, dan hanya dapat disaksikan oleh para pengguna TV kabel Indovision (channel 168), Okevision (channel 32), dan First Media (channel 340).

See you!
berpartisipasi dalam WAKUWAKU JAPAN[5]

Ginza: Modernitas & Tradisi Yang Menyatu

Tuesday, April 15, 2014

Kata ‘Ginza’, bagi mereka penyuka hal-hal berbau Jepang pastilah tidak asing lagi. Benar, Ginza adalah sebuah kota besar di Jepang yang kerap kali dikaitkan dengan ‘kemewahan’. Tidak salah memang, tempat ini memang dikenal kaya akan lokasi hang-out, pelopor tren-tren fesyen; surga belanja barang mewah bermerk, juga restoran-restoran terkenal dengan menu lezat yang mampu menarik perhatian bahkan hingga ke luar negeri.

Ginza diibaratkan sebagai kota panjang dari blok 1 hingga blok 8 yang mana mampu menyediakan apa saja yang dicari oleh warga ataupun pengunjungnya. Sebuah kota hebat, tempat bersatunya modernitas dan tradisi, menyatunya produk baru dan lama. Timur, barat, selatan, dan utara, semuanya berkumpul menjadi satu di kota ini, yap, Ginza seringkali disebut sebagai pusat gaya hidup Jepang, selain Tokyo.

Berminat mampir ke Ginza? Sediakan waktu yang panjang, karena bisa jadi Anda betah berjalan-jalan di sana sepanjang hari. Tapi sebagai permulaan, kali ini saya mau bagikan beberapa tempat yang wajib Anda kunjungi jika suatu saat mengunjungi Ginza. Dan tentunya, informasi saya ini didapat setelah menonton acara Tokyo Towns di Channel WAKUWAKU JAPAN di Okevision. Tidak sabar? Yuk simak tulisan saya, ya. 

MENCICIPI KULINER PENUH GAYA DI GINZA 

Oshiruko

Mengunjungi Neraka (Jigoku) Air Panas di Beppu

Wednesday, April 2, 2014

Halo April, halo pembaca!

Kali ini saya mau membahas tentang salah satu tempat tujuan yang wajib dikunjungi buat mereka yang akan/berencana plesiran ke Jepang, yaitu Beppu, sebuah kota di Prefektur Oita yang terkenal dengan onsen-nya (pemandian air panas/hot spring). Konon saking seluruh tempatnya mengandung air panas, hanya menggali lubang kecil di tanah saja sudah mampu mengeluarkan uap dari dalam tanah. Bahkan dari kejauhan bagi wisatawan yang mengunjungi Beppu melalui kapal, uap air panas dari beragam tempat di Beppu sudah bisa terlihat mengepul dari kejauhan.

Oya, sumber tulisan ini saya sadur kembali setelah menyaksikan salah satu program acara di channel Wakuwaku. Ok, mari kita mulai saja ya, ini dia beberapa tempat pemandian air panas di Beppu yang bisa jadi pilihan ketika berkunjung ke Jepang.

DISTRIK KANNAWA


Mengenal Budaya Jepang Lewat Wakuwaku

Friday, March 14, 2014

Walaupun hingga saat ini saya masih belum berkesempatan menjejakkan kaki di Negeri Sakura, tapi tetap saya selalu semangat (+ terobsesi) kalau ada hal-hal berbau Jepang; hingga kini masih demen anime, masih suka dandan sok kyuute, chibi-chibi gitu, masih suka teriak-teriak "kyaaaa..." geje, hahaha, dan masih serius juga belajar bahasa Jepang, sembari belajar kebudayaan mereka lewat interaksi dengan native. 

Belajar kebudayaan ini nih emang rada susah dimengerti kalau tidak dialami sendiri, kadang saya masih sering terpukau (+ bingung) dengan selera dan gaya hidup di sana serta tradisi-tradisi yang digunakan. Salah satu cara saya mempelajari kebudayaan Jepang, ya dari nonton: nonton anime, J-dorama, reality show ataupun liputan-liputannya. 

Gimana nontonnya?! Iya, sih, ga semua orang demen (kayak saya) streaming video di depan internet berjam-jam kali, ya. Tapi tenang aja, sekarang ada Channel Wakuwaku. WAKUWAKU JAPAN adalah saluran hiburan yang menayangkan program TV Jepang. Seluruh program TV dapat disaksikan dalam bahasa setempat. Drama, film, musik, anime/tokusatsu, olahraga, budaya, entertainment, dokumenter, dan sebagainya. Program-program TV yang populer di Jepang ditayangkan selama 24 jam, 365 hari. Kini, WAKUWAKU JAPAN telah mulai mengudara pada tanggal 22 Februari 2014 lalu, dan hanya dapat disaksikan oleh para pengguna Indovision (Ch. 168) dan Okevision (Ch. 32).

Nah, salah satunya siaran yang akhir-akhir ini saya ikuti adalah...


Kids War ~Zaken na yo~ (キッズ・ウォー ~ざけんなよ~)

Pas pertama kali saya baca judulnya di daftar acara Wakuwaku, saya kira Kids War ini semacam acara reality show gitu, kan artinya "Perang Anak-anak" tuh. Ternyata Kids War ini adalah drama seri keluarga. Di Jepang sendiri kisah ini sudah disiarkan sejak tahun 1999 hingga 2003 hingga, berturut-turut mencapai 5 musim. Kalau yang di Wakuwaku ini dimulai dari musim pertama (season 1) dan bakal ada total 40 episode. Lumayan deh, bisa nonton dari awal.

Bercerita tentang Haruko, seorang wanita menikah yang juga berprofesi sebagai penjahat. Dia mempunyai anak bernama Akane. Suatu hari dia bercerai dan menikah lagi dengan seorang pengusaha elit bernama Daisuke yang juga sudah mempunyai anak. Haruko dan Akanepun pindah ke rumah Daisuke, di sana merka harus hidup bersama dengan anak-anak Daisuke serta ibu Daisuke.

Fokus dalam drama ini adalah bagaimana masing-masing karakter berusaha untuk bisa beradaptasi dalam rumah tersebut. Terutama Akane yang masih kecil yang harus menyesuaikan diri tinggal bersama orang-orang yang baru buat dia. Terlebih dia merasakan bagimana neneknya (Ibu Daisuke) terkesan tidak menerima kehadirannya dan ibunya di rumah tersebut.

ps: neneknya cerewet dan galak banget!

Nenek, ayah, ibu, 2 anak perempuan, dan 2 anak laki-laki. Rame!
Akane berkepribadian keras dan walaupun masih kecil dia berani mengutarakan apa yang dirasakannya, bahkan di episode 27, saya terpana bagaimana dia melawan neneknya ketika mereka sedang berkumpul untuk makan. Wow.


Nonton dorama Jepang, saya juga disuguhi sajian Teriyaki. Ahh.. Jadi ngiler! Apalagi siaran Kids War ini mendekati jam makan siang. Langsung deh pengen pesen delivery Japanese food. Wkwkwkw...


Walaupun bisa dibilang dorama jadul, tapi tetap saja saya suka ngeliat cara tidur orang Jepang yang gelar futon. Ughh... Kayaknya empuk banget, ya?


Nonton Kids War juga menggugah hati anak-anak yang lagi malas belajar. Karena disini kita dipertontonkan dengan usaha anak-anak Jepang yang tetap berusaha sekolah walaupun tidak punya uang, akhirnya mereka pergi ke free school, sekolah gratis. Sekolah gratisnyapun mewah juga! Coba di Indonesia ada yang begini, ya.


Tata bahasa dalam dorama ini juga mengusung budaya-budaya Jepang yang sudah umum: Tadaima (salam ketika seseorang pulang), O Kaeri (salam menyambut orang yang baru datang), Itadakimasu (salam/ucapan syukur sebelum makan), Ki o tsukete ('hati-hati di jalan') dan sebagainya.

Rasanya nonton dorama seperti ini makin mendekatkan saya untuk lebih mengenal Jepang dari dekat. Walaupun tayangan ini ngga bisa dilihat dari segi fashionnya, hahaha... It's '99 dorama!

*****

Buat yang kepingin langsung langganan Indovision atau Okevision bisa cek disini.

Thank you Wakuwaku for helping me getting to know about Japan more!
berpartisipasi dalam WAKUWAKU JAPAN | Wakuwaku Japan TV Monitoring (2)