Pagi ini saya dikejutkan dengan kondisi kulit yang penuh dengan bercak-bercak merah. Sekujur tubuh, dimulai dari sepanjang kedua lengan, perut dan punggung serta di kaki (mengumpul di bagian lutut). Bergidik merinding melihat keadaan ini saya langsung berkaca dan ternyata bercak merah juga ada sebagian di pipi. Ada apa ini gerangan?
Saya segera "lapor" ke ibu saya dan beliau bilang itu sejenis Kaligata: akibat demam yang tertahan di dalam tubuh. Saya memang sudah seminggu ini terkena batuk kering (kadang berdahak) dan sempat gonta-ganti obat (mulai dari jeruk nipis + madu, vicks, obat batuk Cap Ibu dan Anak 'Nin Jiom Pei Pa Koa' yang kata Ibu saya mantap, sampai obat puyer racikan dokter RS Limijati) yang sampai detik tadi belum mempan juga.
Saya memang selalu bermasalah dengan batuk, nilai moralnya adalah: Biasakanlah minum air putih 2 L sehari! Karena memang itulah sebenarnya akar dari penyakit saya: kurang minum. Tenggorokan juga perih dan saya yakin pasti ini radang.
Akhirnya saya memutuskan ke dokter umum ditemani kekasih pagi tadi: dan kata dokter ya begitu 'kurang minum' sehingga tenggorokan radang yang akhirnya menyerang kemana-mana, dan karena saya tidak kunjung demam, jadilah radangnya menyebabkan bercak-bercak merah di kulit. Modelnya seperti campak, tapi Puji Tuhan bukan campak.
Sayapun diberi :
- Obat antibiotik,
- Obat panas+batuk ,
- Vitamin C dan
- untuk meredakan radang tenggorokan saya diberi larutan Air lidah buaya-nya produk Herbal Life (dokter saya memang distributor Herbal Life juga nih).
Radang Gusi Akar Penyakit Saya...
Sambil mengantri dokter umum tadi, saya akhirnya menyempatkan juga ke dokter gigi. Setelah lebih dari 15 tahun tidak pernah periksa gigi - ekstrim kan? Nilai moralnya: Wajib periksakan gigi secara berkala!
Ternyata si dokter gigi geleng-geleng lihat gigi saya. Keluhan saya memang gusi saya berdarah tiap kali menyikat gigi. Dan percaya atau tidak masalah pada gigi juga menjadi salah satu awal untuk penyakit yang lain.
Sekedar tambahan: Beberapa bulan lalu saya sempat sakit komplikasi akibat darah rendah dan batuk kering juga, dan ternyata setelah tes darah, penyakit saya diakibatkan oleh kualitas sel darah saya yang jelek akibat gusi berdarah (-ngga tau gimana hubungannya, yang jelas dia ikut ambil andil juga dengan kesehatan saya). Tapi saat itu saya belum berkesempatan cek gigi.
Nah, baru hari ini akhirnya saya periksa gigi - karena gusi berdarah ini sudah cukup mengganggu, apalagi karena batuk saya yang juga seakan-akan membuat saya batu mengeluarkan darah (dari gusi). Dan ternyata kata si dokter, semua masalah gigi saya diakibatkan karena pertumbuhan gigi bungsu (belakang) saya sebelah kiri yang posisinya jelek, sehingga mendorong semua gigi-gigi saya ke arah depan. Menyebabkan gigi depan saya jadi bertumpuk-tumpuk. Posisi gigi yang semrawut ini akhirnya membuat gusi juga luka dan radang, gusipun berglambir dan berdarah. Gelambir/glambir ini menjadi sarang bekas makanan bersembunyi dan penuhlah ruas gigi saya dengan kerak.
Pertolongannya: akhirnya tadi saya baru mendapat pembersihan kerak gigi saja, dan glambir gusi diberi obat kumur rutin biar kempes. Dan untuk gigi bungsu belakang saya, dokter menyarankan untuk diambil tindakan 'semi-operasi' sebelum infeksi lebih lanjut. Karena sebelum gigi tersebut 'dibuang' keluhan saya tidak akan hilang bahkan semakin parah.
Bagaimana ya?
Kesimpulan dari kejadian hari ini:
1) Banyak-banyaklah minum air putih, sehari 2L!
2) Konsumsi vitamin C. Dokter gigi + dokter umum saya menyarankan saya untuk minum redoxon 750 mg selama proses penyembuhan, dan setelahnya dosisnya bisa dikurangi hanya dengan vitacimin saja untuk daya tahan tubuh (diimbangin dengan minum air putih agar tidak menyerang lambung).
3) Rutinlah ke dokter gigi! Bukan promosi ya, tapi minimal untuk membersihkan kerak gigi. Gunakan benang pembersih untuk membersihkan sisa makanan yang tidak terjangkau sikat gigi. Untuk saya, dokter menyarankan kumur dengan Betadine karena tidak 'sekeras' Listerine.
Nah, bagaimana dengan Anda? Jangan sampai sakit ya- kebetulan serumah sekarang mengalami sakit yang sama, dan akhir-akhir ini juga banyak teman saya yang sedang terkena Kaligata sampai gabag Jerman.
Nb: Dalam waktu dekat mungkin saya akan rontgen untuk follow-up keadaan gigi belakang saya...